Tradisi menggantung bra di tepi jalan di Selandia Baru. Salah satu jalan yang berada di kawasan Central Otago, Selandia Baru. Jalanan yang sekarang dijadikan tempat wisata juga berawal dari sebuah kontroversi.


Di sana, Anda akan melihat banyak bra wanita bergelantungan dan berkibar-kibar Tahun 1999, 4 orang gadis melakukan hal konyol yang akhirnya terbentuknya tempat wisata ini. Setelah pulang dari pesta menyambut tahun baru dan natal, mereka tiba-tiba berhenti di tengah jalanan tepat di Central Otago.

Kondisi mereka benar-benar setengah sadar, Mungkin karena terlalu senang dan dalam keadaan mabuk, mereka menggantungkan bra di pagar jalanan. Empat bra ini terkait di pagar sepanjang jalan Meski banyak yang menyumbangkan bra di pagar ini, beberapa orang juga tidak senang dengan penambahan yang terjadi tiap harinya.


Ditambah lagi bra adalah sesuatu yang sedikit kontroversial untuk ditinggal di jalanan seperti ini, Meski upaya kuat dari pemerintah dan orang-orang setempat , bra yang menggantung tetap bertambah tiap harinya.

Beberapa warga malah berfikir tempat yang berdekatan dengan rumah mereka malah menjadi tempat yang unik untuk di kunjungi oleh para wisatawan. Semakin banyaknya bra yang menggantung di jalanan ini, beberapa orang malah mempunyai ide lain selain membuka sebagai tempat wisata. Setelah beberapa tahun, tempat ini benar-benar menjadi tempat wisata.


Memang sedikit mengganggu karena semakin banyaknya bra yang digantung sehingga sering mengadakan relokasi sehingga tidak mengganggu wisatawan yang datang semenjak saat itu pula, pagar Cardrona Bra ini dijuluki sebaggai Bradrona. Sedangkan donasi yang masuk kedalam Bradrona ini disumbangkan ke Yayasan Kanker di Selandia Baru.