Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai bisa saja seperti Arnoud van Doorn, politikus Partai Kebebasan di Belanda yang akhirnya masuk Islam. Saat ini Ahok ‎ diprotes umat Islam karena perkataannya terkait surat Al-Maidah 51 dan telah dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal Polri ‎karena dianggap telah menista agama. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra berpendapat, Ahok ‎masih memiliki waktu untuk meminta maaf dengan tulus kepada umat Islam dengan cara mengakui kesalahan atas ucapannya terkait dengan Alquran.

"‎Ahok harus berjanji akan mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh agar dapat memahami pikiran dan perasaan umat Islam. Karena dia hidup di tengah-tengah mayoritas umat Islam di negara ini," ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Selasa . Yusril menambahkan, ‎jika bersedia mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh bukan mustahil Ahok akan tertarik memeluk Islam dengan kesadarannya sendiri.

"Ahok bisa saja seperti Arnoud van Doorn, politikus Partai Kebebasan di Belanda, yang ikut membuat Film Fitna yang menghebohkan karena menista Islam. Akhirnya sukarela memeluk Islam setelah mempelajari Islam dengan seksama," tuturnya. Mantan Menteri Sekretaris Negara ini mengatakan, Islam adalah agama besar dunia, agama Rahmatan lil 'Alamin, agama rahmat bagi alam semesta yang sudah 15 abad menyinari peradaban dunia.

Dia menuturkan, Islam yang besar ini tak akan goyah hanya karena nistaan yang dianggap dilakukan seorang Ahok. "Ahok terlalu kecil untuk merendahkan kebesaran Islam. Akhirnya hukum memang harus ditegakkan," papar pakar hukum tata negara ini. ‎Tetapi jika Ahok memohon maaf dengan tulus, menurut dia, umat Islam tentu akan membukakan pintu maaf. "Bukankah Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kita manusia hendaknya akan membuka pintu maaf kepada siapa saja yang memintanya dengan tulus," ujarnya.