Para cagub cawagub DKI terus melakukan kampanye guna meraih simpati warga agar memilihnya pada 15 Ferbruari 2017 nanti. Salah satunya adalah blusukan dari kampung ke kampung yang dilakukan oleh cagub DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kemarin, anak sulung mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu melakukan blusukan ke Jl Palad, Pulogadung, Jakarta Timur. Kampung tersebut diketahui sebagai 'kandang banteng' alias basis dari PDIP yang merupakan parpol pendukung Ahok- Djarot di Pilgub DKI 2017 ini.

Di kampung padat penduduk itu mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pedagang ayam potong. Ketua Paguyuban Pedagang Ayam Potong (PPAP) DKI Jakarta, Bang Nojeng mengakui kampung tersebut adalah basis dari PDIP.

"Mohon maaf mas (Agus) ini sebenarnya basisnya PDIP," kata Bang Nojeng ke Agus Yudhoyono


Agus Yudhoyono kampanye di Pulogadung 2016 merdeka.com/rizky erzi andwika


Meski dikenal sebagai basis pendukung PDIP, warga tak serta merta 'alergi' terhadap kedatangan Agus Yudhoyono. Agus yang datang dengan didampingi sang istri, Annisa Pohan justru disambut warga dengan baik.

Kepada Agus, warga banyak menyampaikan keluhan selama tinggal di daerah yang dekat dengan sungai itu. Bahkan, tak sedikit pula warga yang berteriak menginginkan agar Agus Yudhoyono menang dan menjadi gubernur DKI.

"Agus nomor 1. Gubernur!" kata salah seorang warga.

Kepada warga, Agus mengaku kedatangannya ke 'kandang banteng' bukanlah suatu strategi untuk merebut suara warga untuk memilihnya di Pilkada DKI. Agus bahkan mengaku tak mau peduli apakah kampung itu basis dari parpol apa.

"Saya tidak pernah melihat ini basisnya apa. Bagi saya kalau ini adalah sesuatu yang perlu saya datangi dan dengarkan aspirasinya tentu saya akan datang dengan senang hati, Alhamdulillah masyarakat menerima saya dengan baik, dengan penuh antusias," katanya.

Agus Yudhoyono kampanye di Pulogadung 2016 merdeka.com/rizky erzi andwika


Agus mengatakan telah melakukan riset terhadap kondisi di Pulogadung yang memang masuk kategori daerah kumuh. Dia berharap setelah melihat langsung ke lokasi, dapat mengetahui solusi apa yang akan dia ambil untuk membenahi daerah tersebut apabila nantinya terpilih menjadi gubernur.

"Saya ingin datang langsung karena saya ingin melihat dan mendengarkan mereka langsung tanpa suatu proses lain-lain begitu. Saya yakin dialog kami tidak penuh rekayasa dan modifikasi," katanya.

sumber : .merdeka.com