TANGERANG - Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menolak masuk lima wanita cantik asal Maroko dari beberapa penerbangan. Penolakan dilakukan karena mereka diduga akan terlibat dalam jaringan prostitusi antarnegara.

Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Alif Suaidi menjelaskan, mereka ditolak masuk setelah dilakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian yaitu paspor dan visa serta dilakukan interview mendalam. “Mereka umumnya mengaku turis dan mau jalan-jalan di Indonesia. Namun tidak tahu tujuan wisatanya ke mana, tidak jelas mau menginap di hotel mana, rata-rata bilang mau tinggal sebulan. Namun tidak bisa menunjukkan bukti biaya hidup selama sebulan itu,” kata Alif kepada wartawan, Minggu (13/11/2016).

Alif menuturkan, kelima wanita asal Maroko tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan penerbangan yang berbeda pada Sabtu, 12 November 2016 malam tadi. Inisial kelima wanita tersebut yakni, FZ (22), dan SM (21), penumpang Emirates EK 356 dari Dubai.

Selanjutnya, EN (19) penumpang Etihad EY 474 dari Abu Dhabi. EH (23) penumpang KLM 809 dari Kuala Lumpur dan FS (22) penumpang Qatar Airways QR 954 dari Dhoha.

Alif menerangkan, berdasarkan pemeriksaan dokumen dan profiling, diduga mereka akan terlibat jaringan prositusi dengan konsumen juga orang asing sebagaimana telah diungkap Imigrasi Bogor dan Jakarta.
"Kami diperintah Dirjen Imigrasi untuk tegas terhadap mereka. Sekaligus mengungkap modus mereka melalui penerbangan yang digunakan," katanya.

Alif mengatakan, kebijakan bebas visa untuk menarik wisatawan asing yang saat ini diberikan kepada 169 negara jangan sampai dijadikan celah bagi jaringan prostitusi internasional.

sumber : sindonews.com