JAKARTA – Pencopotan Pinohadi Gautama Sumardi dari kursi Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menjadi sorotan publik.
Meski tak lagi menjabat, satu hal yang tidak berubah adalah kondisi finansialnya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru periode 2025, total kekayaan Pinohadi tercatat mencapai Rp90,08 miliar.
Kinerja MTF Turun di 2025, Jadi Sorotan
Selama masa kepemimpinannya, Pinohadi sempat mendapat apresiasi karena berhasil membawa MTF bangkit dari tekanan pandemi Covid-19. Namun, memasuki tahun 2025, performa perusahaan justru mengalami penurunan signifikan di berbagai lini:
Pendapatan turun dari Rp5,57 triliun menjadi Rp4,63 triliun
Beban naik menjadi Rp4,12 triliun
Laba sebelum pajak anjlok dari Rp1,50 triliun menjadi Rp510,45 miliar
Laba bersih merosot ke Rp400,01 miliar
Total aset turun menjadi Rp28 triliun
Penurunan ini memicu berbagai spekulasi terkait alasan di balik pergantian pucuk pimpinan.
Kontroversi Debt Collector Ikut Terseret
Selain faktor kinerja, nama MTF juga sempat terseret dalam kasus yang cukup menghebohkan.
Insiden penarikan kendaraan oleh debt collector yang diduga terkait perusahaan berujung pada aksi kekerasan terhadap seorang advokat di wilayah Polres Tangerang Selatan.
Kasus ini kemudian membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan dan memanggil pihak MTF untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Sebelum memimpin MTF, Pinohadi dikenal sebagai sosok berpengalaman di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kariernya dimulai sejak 1999 dan terus menanjak melalui sejumlah posisi strategis, di antaranya:
Head of International Network & Development (2019–2020)
General Manager Cabang Luar Negeri Cayman Islands (2012–2019)
Head of Banking Book Management (2010–2012)
Assistant Vice President Foreign Exchange Chief Dealer (2004–2010)
Lonjakan Kekayaan Capai Rp27 Miliar dalam 5 Tahun
Jika dibandingkan dengan awal masa jabatannya di 2020, kekayaan Pinohadi mengalami lonjakan signifikan.
LHKPN 2020: Rp62,45 miliar
LHKPN 2025: Rp90,08 miliar
Artinya, terjadi peningkatan sekitar Rp27,63 miliar dalam kurun waktu lima tahun.
Kini, posisi Direktur Utama MTF resmi dipegang oleh Freddy Iwan S Tambunan.
Pergantian ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk kembali memperbaiki kinerja sekaligus memulihkan kepercayaan publik.(*)



Komentar