Advertisement
BERITA UTAMA
Home » Berita » BERITA UTAMA » Kemenekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang Lewat Lensa dan Cerita

Kemenekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang Lewat Lensa dan Cerita

BANYAK CAKAP — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi menyelenggarakan kegiatan “Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Story Telling” yang berlangsung di WD Coffee, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (27/8/2026).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang Muhammad Zein bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Iman Santosa.

oplus_131072

Para peserta mendapatkan materi dari Nurul Fauziah dan Ferdy Siregar yang mencakup pengembangan kemampuan fotografi, story telling, serta keterampilan menulis.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang komersialisasi karya melalui berbagai platform digital, termasuk platform fotografi stok, media sosial, dan kanal digital lainnya.

Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Iman Santosa, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui pendekatan ekonomi kreatif.

Drama Sidang MFF 2024: Dua Mantan Pejabat Bebas, Dua Terdakwa Dipenjara

“Kegiatan ini bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku kreatif lokal untuk mengembangkan kapasitas, kreativitas, serta peluang ekonomi melalui fotografi, penulisan, dan story telling,” jelasnya saat memberikan kata sambutannya.

Dia mengungkapkan kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari fotografer dan videografer lokal. Nantinya, para peserta yang hadir dalam giat akan berdiskusi serta praktek langsung bersama para narasumber.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga mencakup pemulihan semangat, kapasitas, dan produktivitas masyarakat.

Dirinya berhadap masyarakat tidak hanya menjadi objek dari sebuah cerita, melainkan masyarakat harus menjadi pencerita, pencipta dan pelaku utama dari proses pemulihan secara langsung.

“Melalui fotografi, tulisan, dan story telling, pengalaman masyarakat dapat direkam dan diolah menjadi karya yang memiliki nilai sekaligus membuka peluang ekonomi,” ungkapnya.

PT Syaukath Agro Dilapor ke Polres Aceh Jaya, Kaperwil Mitrapol Minta Usut Tuntas Kasus Lingkungan hingga BBM Ilegal

Dalam hal ini, Imam mengatakan Kementerian Ekraf mendorong agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas, kreativitas, dan peluang ekonomi masyarakat.

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan memanfaatkan potensi ekonomi kreatif sebagai bagian dari proses membangun kembali kehidupan pascabencana.

Imam mengatakan melalui “Cerita Pulih” Kementerian Ekraf berharap pengalaman dan perjalanan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat menjadi sumber kekuatan untuk bangkit, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan aktivitas ekonomi baru di daerah terdampak.

“Cerita tentang apa yang telah terjadi, bagaimana masyarakat bertahan, serta bagaimana mereka bangkit dan membangun kembali kehidupannya merupakan bagian dari perjalanan yang memiliki nilai dan makna. Melalui karya kreatif, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat,” lanjut Iman.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Zein, mengucapkan terima kasih dan apresiasi dari pihak Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Prediksi Marseille vs Strasbourg, Liga Prancis 22 Agustus 2026

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan besar bagi para peserta untuk bisa belajar dan terus bangkit menghasilkan sebuah produk yang menarik kedepannya.

Dia mengatakan pasca bencana masyarakat Aceh Tamiang tidak terus berkabung dalam kesedihan, melainkan terus bangkit dan maju untuk membangkitkan perekonomiannya. Terutama bagi mereka para pelaku UMKM di Aceh Tamiang.

Dirinya berharap melalui pelatihan ini para peserta kedepannya bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini untuk dapat diterapkan di kehidupannya.

“Saya berharap peserta untuk dapat bersungguh-sungguh dalam pelatihan ini, catatlah semua ilmu sebanyak-banyak agar kedepannya bisa menghasilkan produk yang terbaik,” pungkasnya.

Diketahui juga, Kegiatan praktik tersebut didukung oleh Xiaomi Indonesia melalui penyediaan unit telepon genggam yang dapat digunakan peserta selama pelatihan.

Dukungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan materi sekaligus mengeksplorasi kemampuan perangkat dalam menghasilkan karya fotografi.

Xiaomi Indonesia juga memberikan apresiasi berupa door prize kepada peserta dengan karya terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas dan semangat berkarya para peserta.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026 dan selanjutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan pada 17 September 2026. (Andre)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement