Advertisement
BERITA UTAMA
Home » Berita » BERITA UTAMA » Sejarah Baru di Kuala Pusong Kapal: Upacara HUT ke-81 RI dan Pelepasliaran 640 Tuntong Laut Warnai Pesisir Aceh Tamiang

Sejarah Baru di Kuala Pusong Kapal: Upacara HUT ke-81 RI dan Pelepasliaran 640 Tuntong Laut Warnai Pesisir Aceh Tamiang

BANYAK CAKAP — Kawasan konservasi pelestarian satwa liar dilindungi dan objek wisata bahari Kuala Pusong Kapal (Ujung Tamiang), Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mendadak menjadi pusat perhatian publik. Pantai Muara yang menjadi titik pertemuan Sungai Tamiang dan Selat Malaka ini mencatat sejarah berharga bagi masyarakat Kecamatan Seruway dan Bendahara, Senin (17/8/2026).

​Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, kawasan tersebut menjadi saksi digelarnya upacara massal penghormatan Bendera Merah Putih serta pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia yang berlangsung khidmat.

​Acara penting ini dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang, Drs. Irjen Pol. (Purn) Armia Pahmi, M.H., yang diwakili oleh Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Setdakab Aceh Tamiang, T. Zubaral Hadidsyah, S.T.

​Pelepasliaran 640 Anakan Tuntong Laut

​Kemeriahan dan kekhidmatan hari kemerdekaan di pesisir Tamiang ini semakin bermakna dengan digelarnya aksi konservasi nyata, yakni pelepasliaran 640 anakan Tuntong Laut (Batagur borthwicki / Batagur borneoensis) kembali ke habitat alaminya.

​Ratusan satwa langka tersebut merupakan hasil keberhasilan penetasan dari pengamanan telur yang dilakukan secara konsisten oleh Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).

Aksi Bawah Laut: Personel Polres Simeulue Bentangkan Sang Merah Putih di HUT ke-81 RI

​Prosesi penghormatan Bendera Merah Putih dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Komandan (Wadan) II Satgas Kuala TNI Jhonlin, Mayjen TNI Eston Yustinwan. Saat ini, satuan tugas tersebut tengah memimpin operasi pengerukan dasar Sungai Tamiang di Muara Pusong Kapal guna mengatasi pendangkalan pasca-banjir hidrometeorologi yang melanda akhir November 2025 lalu.

​”Kita sama-sama menuju ke arah Indonesia sejahtera, Indonesia sehat, Indonesia pintar, dan Indonesia makmur,” ujar Eston Yustinwan dalam sambutannya.

​Apresiasi bagi Konservasi dan Mitra Kerja

​Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, S.Hut., M.Sc., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada YSLI di bawah kepemimpinan Yusriono. Menurutnya, YSLI telah menjadi mitra kerja yang kontinyu dan berkelanjutan selama 18 tahun terakhir dalam menyelamatkan Tuntong Laut dari ambang kepunahan.

​Selain melestarikan satwa mirip kura-kura tersebut, YSLI juga memegang peranan besar dalam menyelamatkan ekosistem bahari melalui penanaman ratusan ribu bibit mangrove. Kawasan mangrove ini berfungsi vital sebagai habitat berbagai satwa, mulai dari Tuntong Laut, kera, hingga kepiting, udang, dan ikan.

​Hal senada disampaikan oleh Ketua YSLI, Yusriono. Ia menjelaskan bahwa penanaman mangrove tidak hanya melestarikan ekosistem, tetapi juga mendatangkan dampak positif secara ekonomi bagi para nelayan tradisional.

Meriahkan HUT ke-81 RI, PETA Bersama LSM dan OKP Aceh Tamiang Gelar Parade Merah Putih

​*”Secara ekonomis, para nelayan kepiting dan ikan telah mengambil manfaat besar dari situ untuk mengais rezeki demi kebutuhan keluarga,”* tutur Yusriono.

​Berkah Pengerukan Sungai bagi Abasi dan Nelayan

​Sementara itu, Pendiri YSLI, Joko Guntoro, S.Sos., mengungkapkan bahwa proyek pengerukan dasar sungai dan muara yang dilakukan oleh Satgas Kuala TNI-Jhonlin memberikan berkah tersendiri bagi wilayah pesisir yang selama ini mengalami abrasi parah.

​”Pengerukan dasar sungai dan muara telah memunculkan penambahan daratan pantai. Nantinya, daratan baru ini akan kita tanami pohon kelapa dan kayu mangrove. Jadi, keberadaan mereka di sini sangat menguntungkan bagi daerah Aceh Tamiang,” jelas Joko.

​Dampak nyata dari proyek pengerukan ini juga dirasakan langsung oleh para nelayan di pesisir Kecamatan Seruway dan Bendahara. Perahu mesin dan kapal nelayan kini tidak lagi mengalami kandas, sehingga arus lalu lintas nelayan saat hendak melaut menjadi jauh lebih lancar dan aman. (Andre)

Sambut HUT ke-81 RI, DPD Gerindra Aceh Jangkau Warga dan Pemulung Lewat Bakti Sosial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement